Cast :
-Wu Yifan a.ka Kris
-Oh Hayoung
Other Cast :
-Park Chanyeol
-Jung Jessica
-Kim Junmyeon a.ka Suho
Total Words : 4.573
Total Words : 4.573
“Sebanyak apapun cinta yang sudah
menungguku. Aku tetap menantimu. Cinta,yang membuatku bertahan. Cinta fiktif
yang hidup di dunia nyata. Seperti sebuah cita-cita bahkan impian yang menurut
orang adalah obsesi. Tapi mereka salah,kau bukanlah obsesi. Meski bagiku kau
fiktif,tapi kau memang nyata.”
Hayoung POV
Tik...Tik..Tik...
Air
mataku kembali terjatuh. Untuk yang kesekian kalinya aku menangisi namja itu.
Apakah kami pernah bertemu? Ya,kami pernah bertemu tapi itu hanya bertemu biasa
sekedar lewat saja. Sekedar menyapa satu sama lain. Dia mengenalku? Tentu saja.
Aku
sering melihatnya dari kejauhan. Wajah dinginnya yang tampan. Senyuman evilnya
yang membuat jantungku hampir lepas dari tempatnya. Bahkan karenanya,aku
sekarang bisa bernyanyi. Karena dia,adalah semangatku.
Tapi
kali ini...
Air
mataku tak bisa berhenti. Hancur sudah harapanku,hancur sudah semua impianku.
Kini dia sudah menjadi milik orang lain. Lebih tepatnya pendamping bagi
kehidupan di masa depan yeoja itu. Mereka sudah menikah dengan temanku,Jessica
eonni.
Sudah
7 kali dia berpacaran dengan orang yang aku kenal. Dan ini yang terakhir.
Pilihannya jatuh ke Jessica eonni. Aku tidak pernah se-stress ini. Memang,saat
dulu ia berpacaran dengan yeoja lain aku juga menangis. Tapi tangisanku saat
ini tak bisa ku hentikan.
Tok~Tok~Tok~
Ketukan
pintu menyadarkanku dari lamunan yang entah sudah ke berapa kali membuatku
terpaku hanya karena memikirkan hal seperti itu.
“Hayoung-ah,kau
harus makan. Sudah hampir seminggu kau tidak makan dan hanya minum air putih.”
Terdengar suara lembut seorang namja dan langsung duduk di sebelahku. Ya,dia
adalah Park Chanyeol. Aku biasa memanggilnya Chanyeol. Dia anak teman Appa dari London. Dia
pindah ke sini 2 bulan yang lalu.
“Ayolah,jangan
seperti ini terus. Nanti kau sakit Hayoungie..” dia mulai menggengam tanganku.
“Aku
tidak lapar.” 3 kata itu. Hanya itu yang bisa aku ucapkan. Aku tidak kuat untuk
berbicara. Bukan karena tidak makan,tapi air mataku tak henti-hentinya
mengalir.
“Aku
mohon. Aku akan memberikan apapun yang kau mau.” Ucapnya dengan nada memohon.
“Apapun?”
aku mulai tertarik dengan penawarannya.
“Eum apapun.” Jawabnya.
“Aku
ingin menikah dengan Kris.” Jawabku tegas.
“Mwo?
Apa kau gila? Dia sudah menikah dengan Jessica eonni. Aku mohon Hayoung.
Hentikan kegilaanmu. Kau terlalu terobsesi dengan Kris itu.” Jawab Chanyeol
dengan nada tinggi.
“Tapi
aku mencintainya! Aku mencintainya!” bentakku. Air mataku kembali mengalir.
“Aku
mohon hentikan. Pernikahan kita sudah di depan mata. 4 hari lagi kita menikah.
Aku tidak mau kau seperti ini.” Pinta Chanyeol.
“Aku
tidak mau menikah denganmu. Aku mau menikah dengan Kris! Wu Yifan!” aku
langsung berlari keluar dari kamar meninggalkan Chanyeol yang masih mematung.
***
Aku
terus melangkahkan kakiku dengan cepat,tidak aku bukan melangkah. Tapi aku
sedang berlari. Petir pun tak berhenti bersahut-sahutan dengan langkah kakiku.
Aku tak tau harus ke mana. Langkah kakiku mulai melemah,berbanding terbalik
dengan guyuran huja di kota Seoul yang semakin deras. Mungkin Tuhan memang tahu
isi hatiku.
Aku
pun memutuskan untuk pergi ke rumah teman lamaku,Suho. Dia adalah mantan pacar Jessica
eonni. Tapi aku tidak yakin dia masih mengingatku atau tidak. Aku pun nekat dan
terus berlari menuju ke rumah Suho.
***
Setelah
30 menit aku naik bus dengan tubuh menggingil,aku pun melanjutkan perjalan ke
rumah Suho.
Sesampainya
di sana,aku melihat pintu rumah Suho terbuka. Aku pun langsung hendak memasuki
rumah Suho. Saat di ambang pintu rumah Suho,air mataku yang tadi sempat
berhenti kini mulai melesak lagi.
“Kris....”
ucapku lirih saat melihat Kris yang tengah berada di ruang tamu Suho.
“Hayoung-ssi..
Hey cepat masuk..” ucap Kris. Ku lihat Suho berlari kecil menuju ke arahku.
“Aigoo,ayo
cepat masuk.” Ucap Suho sambil memakaikan handuk ke bahuku dan memelukku erat
membawaku masuk ke dalam rumahnya.
***
“Aigoo
Hayoung-ah,kau kenapa? Kenapa kau mau ke rumahku tidak bilang-bilang?” ucap Suho
seraya memberiku secangkir coklat panas.
“Mianhae
oppa.” Jawabku singkat menaruh kembali coklat panas yang tadi diberi Suho dan
belum sempat aku minum.
“Hayoung-ssi,sebaiknya
kau ke kamarku dulu. Aku sudah menyiapkan baju ganti untukmu. Mianhae jika
kemejaku kebesaran. Tapi di sana,ada hotpants noonaku yang tetinggal. Pakailah
dulu,nanti kau sakit.” Jawab Suho.
“Ne
oppa.” Jawabku lalu pergi ke kamar Suho.
Suho POV
“Aigoo
ada-ada saja.” Jawabku sambil menggeleng-gelengkan kepalaku.
“Hyung..
Jadi bagaimana?” tanya Kris.
“Ah
ne. Aku akan berusaha yang terbaik untukmu Kris. Tapi aku butuh refrensi dari
beberapa dokter untuk masalah ini. Aku juga akan bekerja sama dengan Chanyeol.”
Jawabku.
“Aku mohon... Aku tidak tau harus
berbuat apalagi. Kau Dokter terbaik yang aku kenal begitu juga dengan Chanyeol.
Aku mohon jangan jadikan alasan bahwa kau dan Chanyeol adalah mantan pacar Jessica
eonni untuk menolak ini.” Jawab Kris.
“Kris,aku
tidak perduli Jessica eonni itu mantan pacarku atau bukan. Aku dokter. Aku
harus menolong siapapun yang membutuhkanku. Itu sudah tugasku. Tidak perduli
dia siapa.” Tegasku.
“Maka
dari itu aku mohon. Aku mohon dengan sangat. Aku...Aku sudah tidak bisa apa-apa
lagi.” Jawab Kris.
Hayoung POV
Setelah
selesai mengganti bajuku di kamar Suho,aku pun segera turun dengan cepat. Aku
tidak ingin melewatkan moment di mana disitu ada Kris. Aku merindukannya.
Dengan
cepat aku menuruni anak tangga.
“Kris,aku
tidak perduli Jessica eonni itu mantan pacarku atau bukan. Aku dokter. Aku
harus menolong siapapun yang membutuhkanku. Itu sudah tugasku. Tidak perduli
dia siapa.” Terdengar jelas suara Suho dengan nada sedikit tinggi.
“Maka
dari itu aku mohon. Aku mohon dengan sangat. Aku...Aku sudah tidak bisa apa-apa
lagi.” Kini giliran Kris yang berbicara. Apa yang sedang mereka bicarakan? Aku
pun segera menuju ke ruang tamu.
“Ada
apa oppa?” tanyaku.
“Ha..Hayoung-ssi..”
Kris tampak tergagap mendengar suaraku.
“Aniyo.
Tidak ada apa-apa.” Jawab Suho.
“Jangan
berbohong oppa. Ada apa? Mungkin ada sesuatu hal yang bisa aku bantu?” tawarku
pada Kris.
“Hayoung-ah..
Jessica eonni..” ucap Kris.
“Iya
Jessica eonni kenapa?” tanyaku sembari duduk di sebelah Kris.
“Dia..Kanker
otak..” jawab Kris. Suaranya parau. Air matanya mulai turun. Aku tidak tega
melihatnya.
“Oppa...Uljima..”
ucapku. Sontak Kris langsung memelukku. Jantungku berdegup kencang. Untuk
pertama kalinya Kris memelukku. Senang? Tentu saja. Tapi perasaan itu
teralihkan karena tangisan Kris. Aku tidak bisa melihatnya seperti ini.
“Aku
yakin Jessica eonni bisa sembuh oppa. Aku yakin..” kata-kata itu terlontar
begitu saja dari bibirku. Jujur,aku senang jika Jessica eonni akan mati.
Tapi..Bagaimana bisa aku melihat orang yang aku cintai sedih. Jadi aku tidak
bisa membiarkan Jessica eonni akan mati.
“Oh
Hayoung~” terdengar teriakan seorang namja tepatnya dari depan pintu rumah Suho.
“Chanyeol
oppa.” Ucapku kaget.
“Chanyeol-ah. Ah mianhae,jeongmal mianhae
aku sudah memeluk calon istrimu.” Jawab Kris.
BUG~
Chanyeol
melayangkan tinjuannya ke perut Kris.
“Oppa
hentikan. Aku mohon.!” Tegasku. Air mataku kembali melesak.
“Yak! Park Chanyeol~ Kris hanya
butuh tempat sandaran. Jessica eonni sedang sakit keras saat ini!” kini giliran
Suho yang angkat bicara.
“Aku
meninjunya bukan karena aku cemburu. Tapi aku benci dengan kau Wu Yifan! Jessica
nuna tidak mungkin mati hari ini
atau besok. Setidaknya masih ada waktu 1 hingga 2 tahun untuknya meninggal.
Tapi Hayoung? Bisa saja sekarang dia
mati.” Jawab Chanyeol.
“Oppa!
Gumanhae! Aku mohon.!” Ucapku sambil memegang tangan Chanyeol.
“Apa
maksudmu ?” tanya Suho. Sedangkan Kris menatap Chanyeol bingung.
“Bisa
saja Hayoung mati karena tidak mau makan atau bahkan bunuh diri. Dan
sekarang,kau malah bercerita tentang Jessica nuna kepada Hayoung? Di mana perasaanmu Wu
Yifan? Seorang psikiater sepertimu tidak mungkin tidak tau tentang keadaan
psikologis seseorang. Dengan melihat
raut wajah saja,aku yakin kau akan tau keadaan seseorang.” Jawab Chanyeol.
“Oppa
aku mohon hentikan! Mianhae Suho oppa ,Kris oppa aku sudah membuat keributan di
sini. Suho oppa nanti aku ke sini lagi. Mianhae aku harus pergi sekarang.”
Jawabku dan menarik paksa tangan Chanyeol.
***
“Yak! Apa yang kau lakukan?” Chanyeol
mulai emosi.
“Oppa
aku mohon hentikan. Jangan membiarkan dia tau keadaanku.” Ucapku. Kami masih
berada di halaman rumah Suho.
“Ya
! kalian kalau mau bertengkar di sini saja. Di sana hujan!” terdengar teriakan Suho.
“Oppa aku mohon. Biarkan aku
berbuat kebaikan. Setidaknya kepada orang yang sangat aku cintai. Aku mohon
selamatkan Jessica eonni. Apapun caranya aku mohon..” ucapku lirih.
“Mwo?
Dia yang sudah membuat kau seperti ini. Dia sudah hampir membuat Hayoungku mati
tak berguna. Untuk apa?” jawab Chanyeol.
“Oppa...Aku
mohon..” ucapku mulai melemah.
Suho POV
“Hei!
Cepatlah masuk! “ teriakku lagi.
“Biar aku saja yang keluar.” Ucap Kris.
“Hajima
. itu akan mempersulit keadaan.” Jawabku yang memang sudah tau masalah ini.
“Aku
yakin ini ada sangkut pautnya denganku. Ini berarti masalahku. Meski pun aku
tidak tau apa itu.” Jawab Kris dan langsung melesak pergi keluar.
Kris POV
“Hayoung-ssi,Chanyeol-ah,masuklah.”
Pintaku.
“Kris,kau
harus tau. Hayoung sangat men...”
“Hayoung-ah..”
ucapku dan reflek aku langsung menangkap tubuhnya yang pingsan begitu saja.
“Baringkan
dia di kamarku cepat!” ucap Suho.
Aku
pun membawa Hayoung ke kamar Suho. Ku baringkan dia perlahan. Ku tatap
wajahnya. Pucat...
Tidak
hanya pucat. Matanya bengkak. Bisa ku lihat di sana ada kesedihan yang
mendalam. Sepertinya hatinya sangat terluka.
Betul
kata Chanyeol-ah,bagaimana aku bisa tidak tau aku ini seorang psikiater. Dasar Kris
pabo.
“Kenapa
tekanan darahnya sangat rendah?” tanya Suho sambil melepas alat cek darah.
“Dia
tidak makan selama seminggu dan hanya minum air putih.” Jawab Chanyeol sambil
menatapku benci.
“Mwo?
Aigoo Oh Hayoung apa kau gila? Kenapa bisa jadi begini?” kesal Suho.
“Itu
semua karena dia!” Chanyeol menatapku. Tatapan benci yang sangat nanar seolah
ingin membunuhku.
“Apa
maksudmu hyung?” tanyaku.
“Dia
sangat mencintaimu Kris..” terdengar suara parau Suho.
“Ne?”
aku tidak menyangka dengan perkataan Suho.
“Kris-ssi,aku
mohon...Aku tidak bisa lagi melakukan apa-apa. Aku mohon nikahi dia.” Ucap Chanyeol.
“Mwo?
Apa kau gila?” suaraku mulai meninggi.
“Aku
mohon.. Aku akan menyelamatkan Jessica nuna. Aku akan segera membatalkan
pernikahanku sekarang juga.” Jawab Chanyeol.
Belum
sempat aku menjawab,Chanyeol sudah menelfon wedding organizer aku rasa begitu.
Dia membatalkan pernikahannya.
“Apa
kau gila? Aku sudah menikah dengan Jessica nuna. Dan sekarang dia sedang sakit
keras.” Jawabku.
“Setidaknya
biarkan dia merasakan besarnya cinta seperti yang kau berikan kepada Jessica nuna.” Jawab Chanyeol.
“Eungh...”
terdengar suara lengguhan kecil dari bibir mungil Hayoung.
“Hayoung,kau
sudah sadar?” Suho langsung memeriksa keadaan Hayoung.
“Aku..Aku
baik-baik saja. Chanyeol oppa khaja kita pulang.” Ajak Hayoung.
“Kau
masih lemah. Setidaknya kau harus makan dulu.” Pinta Suho.
“Aniyo.
Gwaencanha.” Jawab Hayoung.
“Apa
kau mencintaiku?” pertanyaan retoris itu tiba-tiba kuucapkan.
“Mwo?
A...Aniyo. Aku kan akan menjadi istri Chanyeol oppa. Iya kan oppa.?” Jawab Hayoung
sambil tersenyum. Aku tau itu senyum palsu.
“Aku
ini psikiater. Jangan membohongi aku.” Jawabku.
“Lagian,aku
sudah membatalkan pernikahan kita.” Jawab Chanyeol.
“Mwo?
Kenapa oppa?” tanya Hayoung.
“Aku..Aku
tidak bisa.” Jawab Chanyeol.
“Aku
mohon masalah ini kita bicarakan nanti saja. Kondisi Hayoung masih sangat
lemah. Aku tidak mau pasienku semakin tambah parah. Aku rasa aku perlu
bantuanmu Kris.” Pinta Suho.
“Aku
akan menikahimu.” Ucapku.
“Mwo?”
Hayoung tampak kaget mendengar pernyataanku. Aku mengatakan itu karena aku
ingin Sica selamat.
“Iya.
Dan secepatnya kita akan menikah.” Jawabku.
“Apa
kau gila oppa? Kau tidak memikirkan perasaan Jessica eonni?” kesal Hayoung
dengan tatapan marah.
“Jika
aku memikirkan dia,aku tidak bisa memikirkan orang lain dan diriku sendiri!”
tegasku.
“Jangan
membuat keadaan semakin rumit.” Pinta Hayoung.
“Pernikahan
kalian akan dilangsungkan besok. Lebih cepat lebih baik.” Ucap Chanyeol.
“Asalkan
kau tidak melupakan permintaanku hyung.” Ucapku.
“Permintaan
apa? Ada apa ini? Chanyeol oppa,bisa kau jelaskan ada apa ini?” Hayoung kembali
menatapku nanar.
Hayoung POV
“Aku
akan menyelamatkan Jessica eonni. Asalkan kau mau menikah dengan Kris.” Jawab Chanyeol.
“Aku
tidak mau memaksakan perasaan orang lain. Lagian.. Aku..Aku tidak mencintai Kris.”
Ucapku berbohong.
“Geojitmal
hajima (jangan berbohong)” ucap Kris.
“Kau..Kau..Sudah..”
“Ne
aku sudah tau. Baiklah hyung. Aku akan memberitahu Jessica eonni dulu. Aku
pamit pulang dulu. Jagalah calon istriku baik-baik. Hubungi aku tentang dimana
dan kapan tepatnya hari esok.” Pinta Kris.
“Ne.”
Kompak Chanyeol dan Suho seiring menipisnya langkah kaki Kris.
“Apa
yang kalian lakukan huh? Kalian gila?” tanyaku marah. Ya,aku marah. Aku tidak
bisa memaksakan perasaan Kris terhadapku.
“Kami
ingin kau bahagia Hayoung. Kami...Kami tidak bisa melakukan apa-apa selain ini.
Kami sahabatmu. Kami juga mencintaimu. Kau tau kan,cinta kami lebih dari
seorang sahabat. Kami mencintaimu Hayoung.” Suho menatapku dalam.
“Mianhae
oppa. Aku sudah merepotkan kalian.” Jawabku melemah.
“Gwaencanha.
Kami tidak bisa melihatmu seperti ini.” Jawab Chanyeol.
“Um,benar
kata Chanyeol.” Jawab Suho.
“Hyung,aku
pulang dulu ya. Aku harus mengurus pernikahan Hayoung dan Kris besok. Hayoung,kau
harus makan. Besok kau akan menjadi pengantin.” Ucap Chanyeol sambil tersenyum.
“Eo.
Josimhae Chanyeol-ah..(hati-hati Chanyeol-ah)” ucap Suho.
“Oppa...”
sontak aku memeluk Suho.
“Uljima.
Harusnya kau senang. Sebentar lagi kau akan menjadi Nyonya Wu. Mianhae,kami
tidak bisa membuatmu jadi yang pertama untuk Kris. Tapi kami sudah berhasil
mendesak Kris agar dia menikahimu.” Jawab Suho.
“Tapi..Dia
tidak mencintaiku oppa..” jawabku.
“Rasa
cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu Hayoung-ah.” Jawab Suho.
“Tapi..Bagaimana
dengan kau dan Chanyeol oppa? Bukankah kalian mencintaiku?” tanyaku.
“Begitu
juga dengan rasa cinta. Mereka akan hilang dengan perlahan. Baguslah,jika salah
satu diantara kami tidak ada yang mendapatkanmu. Jadi tidak akan ada permusuhan
diantara kami. Kekekekkee.” Ejek Suho.
“Aish,jadi
aku adalah penyebab permusuhan begitu?” kesalku.
“Aniyo.
Hahaha aku hanya bercanda. Mungkin suatu saat kami akan menemukan penggantimu.”
Jawab Suho.
“Gomawo
oppa. Aku..Tidur di kamar sebelah saja ya.” Pintaku.
“Ne,tapi
kau harus makan ya. Aku akan memasakanmu bubur dulu.” Jawab Suho.
“Gomawo
oppa.” Ucapku sambil berjalan dengan langkah lemah namun senang menuju ke kamar
sebelah.
***********************************************************************
Jessica POV
“Chagi,kau sudah pulang?” tanyaku
saat Kris memasuki kamar.
“Um.”
Jawabnya singkat. Tidak seperti biasanya,fikirku.
“Kau
kenapa oppa? Apa kau sakit?” tanyaku.
“Jessica-ah..Mianhae..”
ucap Kris.
“Waeyo?
Wae? Wae uro? (kenapa? Kenapa? Kenapa kau menangis?)” tanyaku.
“Mianhae
Jessica. Aku harus memadu mu.” Jawab Kris parau.
“Mwo?
Apa maksudmu Kris?” tanyaku.
“Aku
harus menikah dengan yeoja lain. Demi penyembuhanmu jagi. Jeongmal mianhae..”
jawab Kris. Aku ingin marah. Tapi tidak,aku tidak akan marah. Karena Kris sudah
cukup berusaha yang terbaik bagiku.
“Menikahlah
Kris. Mungkin dia yang terbaik. Terima kasih kau sudah mau mempertaruhkan
segalanya bagiku.” Jawabku.
“Jeongmal
mianhae Jessica . Tapi aku janji tidak akan melalaikanmu. Aku tidak akan
terlalu memperdulikannya. Aku akan menjagamu terus.” Jawab Kris tampak
bersungguh-sungguh.
“Aniyo
Kris. Kau tidak boleh begitu. Dia seorang yeoja yang memiliki perasaan. Kau ini
seorang dokter Kris. Jangan membuat orang lain terluka.” Jawabku menahan
tangis.
“Tapi
aku tidak mencintainya. Karena ini adalah satu-satunya cara agar kau sembuh
jagi.” Jawab Kris.
“Siapa
dia jagi? Siapa yeoja itu?” tanyaku.
“Ha..Hayoung..”
jawab Kris.
“Dia
yeoja yang baik. Mungkin dia bisa memberimu keturunan yang baik pula Kris.”
Jawabku.
“Apa
yang kau maksud? Tidak! Jangan berfikir aku akan melakukan itu dengannya.
Tidak. Meski besok aku akan menikahinya,aku tidak akan tidur dengannya.” Jawab Kris
dengan nada penolakan.
“Jika
kau seperti ini,dia akan terluka. Aku bisa merasakannya Kris. Aku juga seorang
yeoja. Mungkin penyakitku ini adalah kutukan akibat sering melukai perasaan
namja. mungkin dengan cara ini aku bisa menebusnya Kris.” Jawabku.
“Kau
gila? Aku tidak bisa mencintai orang lain selain dirimu.” Jawab Kris.
“Jujur,aku
sebenarnya..” aku mulai membuka rahasiaku kepadaku.
“Kenapa?
Kau kenapa? Haebwa?” tanya Kris.
“Sebenarnya...
Aku mencintai Chanyeol ...” jawabku.
“Mwo?
Tidak..Tidak mungkin. Kau bohong kan Jessica . Apa buktinya,huh?” Kris tampak
emosi mendengar kejujuranku.
“Sebenarnya
orang yang melakukan ‘itu’ kepadaku bukanlah Siwon-ssi.. Tapi..Chanyeol oppa..”
jujurku. Karena memang aku melakukan hal ‘itu’ bersama Chanyeol sesuai
permintaanku sebelum aku menikah dengan Kris karena perjodohan.
“Mwo?
Apa kau bilang? Jadi..Kau tidak mencintaiku?” tanya Kris.
“Tidak...”
jawabku sambil menunduk. Ada perasaan bersalah. Tapi aku harus jujur tentang
perasaanku. Aku takut semua itu akan terbongkar setelah aku sudah tidak ada di
dunia ini.
“Kau
gila Jessica. Kau gila! Lalu kenapa kau mau menikah denganku,huh? Puas kau
sudah menyakiti hatiku,sudah membohongiku?” Kris mulai terisak. Tampak
kesedihan dan kemarahan yang terlihat dari semburat merah padam dari pipinya.
“Ingat
oppa! Kita menikah karena perjodohan. Makanya aku melakukan ‘itu’ dengan Chanyeol
oppa. Karena aku mencintainya sebelum kau yang merebutnya.” Jawabku.
PLAK~
Sebuah
tamparan melayang ke pipi kananku. Aku tidak menangis. Yah,aku tau itu pasti
sangat sakit bagi Kris. Tapi lebih menyakitkan lagi jika dia tau semua itu saat
aku sudah tidak ada.
“Pukul
aku Kris. Kalau perlu bunuh aku. Aku sudah tidak tahan melihat Chanyeol oppa
bersama Hayoung. Bunuh aku!” pintaku geram.
Bukan
jawaban atau perlakuan kasar sesuai permintaanku yang ku dapat,tapi Kris
langsung membawaku ke pelukannya. Dia menangis di bahuku. Terdengar suara isak
tangis dan air matanya yang menyentuh kedua bahuku.
“Mianhae..Jeongmal
mianhae. Aku tidak akan melepaskanmu. Aku..Aku akan berusaha membuatmu
mencintaiku.” Jawab Kris.
“Aku
ingin kau nikahi Hayoung.” Pintaku.
“Ba..Baiklah.”
jawab Kris pasrah.
“Aku
ingin kau dan Hayoung punya anak.” Jawabku lagi.
“Mwo?
Aku..tidak bisa jagi.” Jawab Kris.
“Kalau
begitu aku mati saja.” Hentakku.
“Baiklah..Baiklah
aku akan mencobanya. Mianhae. Ini semua demi kesembuhanmu.” Jawab Kris.
“Baguslah
kalau kau mengerti.” Jawabku.
***skip
time***
Hayoung POV
Apa
aku terlihat cantik dengan baju pengantiku ini? Aku sangat senang. Tapi... Aku
harus jadi yang kedua bagi Kris. Entahlah,perasaan takut kehilangan Kris
kembali menghantam otakku. Aku rasa pernikahan ini seperti memaksa.
“Khaja..”
ucap Suho sambil menggandeng tanganku. Yah,hari ini dia adalah waliku. Appa dan
Eommaku kecewa dengan keputusanku dan Chanyeol untuk membatalkan pernikahan
kami membuat mereka malas untuk datang.
Aku
pun berjalan menuju ke altar. Ku lihat Jessica dan Chanyeol tengah melempar
senyum satu sama lain lalu melempar senyum mereka kepadaku. Aku hanya membalas
mereka dengan senyuman tipis dari bibirku.
Akhirnya
aku sampai ke altar. Suho mulai menghilang seiring langkahku bersama Kris yang
menjemputku tadi.
“Wu
Yifan,apa kau bersedia menjaga istrimu dalam suka maupun duka dan mencintainya
sehidup semati?” tanya Pendeta itu.
“Ne..Aku
bersedia.” Jawab Kris dingin.
“Dan
kau Oh Hayoung,apa kau bersedia menerima suamimu baik dari kelebihan maupun
kekurangannya dan mencintainya sehidup semati?” tanya Pendeta itu lagi.
“Ne..Aku
bersedia.” Ku tatap lekat wajah Kris yang tampak sangat tak bahagia hari ini.
“Dengan
ini aku resmikan kalian menjadi sepasang suami istri. Mempelai pria boleh
mencium mempelai wanita.” Ucap Pendeta itu.
Perlahan
Kris mendekatkan wajahnya ke wajahku. Tapi ku alihkan wajahku darinya. Sehingga
bibirnya tepat mengenai pipi kananku. Tepuk tangan pun menyambut kami. Riuh,itu
yang kurasakan saat ini.
***skip
time***
Setelah
acara selesai,aku memutuskan untuk pulang ke rumahku dulu. Mengambil
barang-barangku yang masih di rumah. Setelah itu baru aku pulang ke rumah Kris.
“Chukaeyo
Hayoung-ssi..” Jessica menyambutku dengan pelukan hangat darinya saat aku
memasuki ambang pintu rumahnya.
“Mianhae
Jessica-ssi. Aku tidak tau kalau mereka mendesak Kris untuk menikahiku. Aku
janji tidak akan buat yang macam-macam dengan Kris.” Jawabku.
“Aniyo.
Dwaesso. Lagian aku nggak ada rasa cinta sama Kris. Kami menikah karena
perjodohan. Jadi tenang saja. Khaja kita masuk.” Ajak Jessica.
“Ne.”
Aku pun masuk ke rumah baruku.
Di
mana nampyeonku? Ani maksudku kajja nampyeonku? (tidak,masukdku suami
palsuku?)” batinku.
“Ini
kamarmu Hayoung-ssi. Ayo masuk.” Ajak Jessica.
“Ne,gamsahamnida.”
Langkahku mengikutinya ke dalam kamar baruku.
“Geundae,kau
sudah mandi Hayoung-ssi?” tanya Jessica.
“Belum.
“ jawabku.
“Mandilah.
Itu kamar mandinya. Aku tinggal dulu ya ke dapur. Aku akan memasak makan malam
untuk kita bertiga.” Jessica pun menutup pintu kamarku.
Aku
pun langsung mengambil baju kimonoku dan masuk ke kamar mandi. Aku pun memberi
sabun beraroma mawar ke dalam bathub lalu masuk ke dalam air yang penuh busa
itu.
15
menit.. Aku seperti orang bodoh di sini. Aku memikirkan perjanjian bodoh antara
Chanyeol,Suho,dan Kris. Apa mereka tidak bisa memikirkan perasaanku? Aku ini
mencintai Kris,aku juga ingin memilikinya. Tapi tidak dengan cara seperti ini.
Ini cara biadab yang pernah kulakukan.
CKLEK~
Terdengar
suara pintu kamar mandi terbuka.
“KYAAAAA~”
suaraku menggema saat melihat Kris yang masuk ke kamar mandi.
“Ya!
Kau mau apa?” tanyaku sambil berusaha menutupi tubuh bagian atasku dengan busa
yang ada di bathub.
“Mi..Mianhae
aku fikir tidak ada orang. Mianhae..” Kris pun langsung keluar dari kamar mandi
dan menutup pintunya kembali.
“Ah
jinjja...Apa dia melihatku tadi? Aish Kris pabo.” Keluhku.
Jessica POV
“Yeobo
kau sudah pulang.” Kutemukan Kris yang baru pulang dari rumah Suho sehabis
mengurus tentang perawatan penyakitku.
“Um.
Jagi,aku ke kamar mandi dulu ya.” Ucap Kris.
“Kamar
mandi di kamar kita rusak jagi. Ke kamar Hayoung saja. Yang di sini airnya
tidak ada.” Jawabku berbohong.
“Apa
Hayoung tidak ada?” tanya Kris.
“Sepertinya
dia sedang keluar tadi.” Jawabku.
“Um
baiklah..” jawab Kris.
Kris POV
Aku
pun dengan langkah malas menuju ke kamar Hayoung. Ku buka perlahan pintu kamar
mandinya.
“KYAAAAA~”
terdengar teriakan Hayoung yang mengagetkanku.
“Ya!
Kau mau apa?” tanya Hayoung saat menyadari aku memperhatikan tubuhnya yang
polos tengah berendam di air busa itu.
“Mi..Mianhae
aku fikir tidak ada orang. Mianhae..” aku pun mengalihkan kegugupanku dan
langsung keluar dari situ.
“Aish..Hampir
saja..”keluhku.
“Waeyo
jagi?” tanya Jessica.
“Kau
bilang Hayoung tidak ada di kamarnya.” Jawabku.
“Kan
aku sudah bilang..’Sepertinya’ tidak ada di kamar.” Jawab Jessica.
******************
Akhirnya
makan malam pun tiba. Di sini ada Jessica,aku,dan Hayoung. Kami pun memulai
acara makan malam kami.
Canggung..
Itu
yang kurasakan. Mereka adalah istriku? Maldo andwae. Aku akan tetap tidak
menghiraukan Hayoung dan hanya akan memanjakan istriku tersayang,Jessica.
Setelah
selesai makan,Jessica hendak mencuci piring.
“Dwaesso.
Hayoung,bisa tolong cucikan piring?” tanyaku.
“Ne
tentu saja. Istirahatlah. Kalian pasti lelah.” Hayoung melempar senyumannya
kepada kami.
“Aish
kau ini.” Kesal Jessica.
“Khaja
kita tidur.” Ajakku.
Hayoung POV
Mungkin
ini adalah satu-satunya cara agar aku bisa membalas kebaikan mereka. Toh,jika Jessica
sudah sembuh aku pasti bercerai dari Kris.
Aku
pun segera menyelsaikan mencuci piring dengan cepat. Karena aku lelah sekali
daritadi aku belum ada istirahat.
Setelah
selesai mencuci aku pun langsung pergi ke kamarku. Saat ku masuki kamarku,ku
lihat Kris sudah berbaring sambil menonton tv di atas ranjangku.
“Ya!
Kenapa kau ada di sini?” tanyaku sambil hendak menutup pintu.
“Wae?”
tanya Kris.
“Harusnya
aku yang tanya kenapa kau di sini?” tanyaku balik.
“Wajar
kan kalau aku tidur denganmu. Ingat,kita sudah menikah.” Jawab Kris.
“Kau
kan sudah ada Jessica.” Jawabku.
“Tapi
kau juga istriku.” Jawab Kris yang mulai emosi.
“Tenang
saja. Aku tidak akan meminta apa-apa darimu. Aku tidak akan berharap lebih.
Karena kita menikah hanya demi kesembuhan Jessica.” Jawabku.
GLUDUK~
Petir
pun seolah menyambar-nyambar mengetahui isi hatiku. Aku yang takut petir pun
reflek langsung terduduk ke lantai dan memeluk kedua kakiku.
“Hayoung-ah..”
Kris pun menghampiriku. Dia memelukku erat.
“Aku
takut...” trauma itu kembali lagi menyiksaku. Trauma ini kudapatkan saat 3
tahun yang lalu. Tepatnya umurku 22 tahun. Saat itu aku hendak menyelamatkan Kris
dari sebuah kecelakaan,saat itu sedang musim hujan deras juga. Disitulah aku
mendapat traumaku. Kata Kris susah untuk sembuh karena kepalaku terbentur aspal
saat itu.
“Khaja
kita tidur. Uljima..Uljima..” ucap Kris dan membawaku ke ranjang.
Kris POV
Kurengkuh
tubuh mungilnya ke dalam pelukanku. Ku selimuti tubuh kami agar dia tak
kedinginan. Meski matanya sudah tertutup,tapi tubuhnya masih bergetar. Aku
tau,trauma itu. Aku masih ingat itu semua. Dia sudah menyelamatkanku dari
kecelakaan itu.
Kuperhatikan
setiap lekuk wajahnya. Dia cantik,fikirku. Dia tidak jahat,dia baik. Tapi aku
masih tidak menyangka bahwa dia mencintaiku sebegitu besarnya.
“Kenapa
kau begitu terobsesi denganku Oh Hayoung..” ucapku pelan sambil kuusap
kepalanya.
“Ini
bukan obsesi Wu Yifan.” Ternyata Hayoung belum tidur.
“Kau
tidak tidur?” tanyaku kaget.
“Aku
tidak bisa tidur.” Jawabnya lalu menatapku.
“Bagaimana
aku bisa tidur dengan hati yang berdebar-debar seperti ini.” Jawab Hayoung.
“Maksudmu?”
tanyaku.
“Inilah
alasan kenapa aku tidak mau tidur denganmu.” Jawabnya.
“Apa
sebegitu terobsesinya kah kau denganku? Bahkan di dekatku saja hatimu
berdebar-debar?” tanyaku.
“Aku
sudah bilang ini bukan obsesi Wu Yifan. Apa kau tidak pernah mendengar bahwa
cinta itu beda tipis dengan obsesi. Tapi aku lebih dari mencintaimu. Aku
menyayangimu Wu Yifan.” Jawabnya.
“Apa
bedanya sayang dan cinta. Aku rasa sama saja.” Jawabku.
“Jika
aku mencintaimu,aku akan merebutmu dari Jessica. Tapi aku menyayangimu Wu Yifan.
Aku sangat tersiksa dengan pernikahan ini,taukah kau? Tapi aku sangat bertrima
kasih kepadamu,Chanyeol oppa,Suho oppa,dan Jessica. Karena ini adalah impianku.
Menjadi Nyonya Wu. Meski aku tidak akan memilikimu seutuhnya.” Jawabnya.
Aku
hanya bisa diam mendengar jawabannya. Apakah aku sejahat itu? Apakah aku
terlalu egois? Bahkan gadis ini mengobarkan perasaannya bahkan nyawanya
untukku.
“Tapi..Kenapa
kau tidak menolak pernikahan ini kalau begitu? Apa ini karena impianmu?”
tanyaku.
“Jika
ini semua karena impianku. Sekarang aku pasti sudah membunuh Jessica. Aku
melakukan ini karena dipaksa Suho oppa dan Chanyeol oppa. Aku mau,agar
penyembuhan Jessica bisa dengan cepat dan kembali kepadamu.” Jawabnya.
“Mianhae..
Aku sudah berfikiran negatif kepadamu selama ini.” Jawabku.
“Gwaencanha.
Aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk berterima kasih. Setidaknya biarkan aku
yang merawat Jessica dan Kau,Wu Yifan.” Jawabnya.
“Berhentilah
berbicara formal seperti itu. Panggil aku Kris oppa.” Pintaku.
“Ba...Baiklah.”
jawabnya yang sedari tadi tak menatap mataku. Mungkin dia gugup melihat namja
tampan seperti aku.
“Setidaknya,aku
bisa membalas semua kebaikanmu. Apa yang kau inginkan?” tanyaku.
“Bisakah
kau berikan aku sedikit ruang di hatimu. Setidaknya 1% saja.” Pintanya.
“Aku...Aku
akan mencobanya. Selain itu?” tanyaku.
“Gomawo.
Kata Chanyeol oppa,dalam waktu 6 bulan Jessica bisa sembuh. Bisa ku pastikan
kalian akan kembali bersama menjalani hidup yang bahagia. Aku... Hanya ingin
kau berikan aku seorang anak.” Jawabnya yang sontak membuatku kaget.
“Mwo?”
“Setidaknya,dia
akan menemaniku. 6 bulan lagi kita akan bercerai. Sudah pasti tidak ada yang
menemaniku. Aku hanya ingin itu. Jika tidak bisa juga tidak apa-apa. Aku tidak
akan memaksamu.” Jawabnya. Ada nada kecewa di sana.
“Jika
itu maumu..” kata-kata itu keluar begitu saja dari bibirku.
“Oppa...”
“Boleh
aku memilikimu malam ini meski tanpa cinta?” tanyaku.
Hening..Dia
belum menjawab apa-apa.
“Tatap
aku..” pintaku sambil menangkup wajahnya dengan tanganku agar menatap ke
arahku.
Hening....Perlahan
kudekatkan wajahnya ke wajahku. Bibir kami bersentuhan. Aku menciumnya.
Kurasakan bulir-bulir air mata jatuh di pipinya. Tapi tidak ada penolakan di
sana. Jadi kuputuskan untuk melakukannya dengan lembut
End of Kris POV
***
Hayoung POV
Kugerakan
pelan kepalaku sejenak merenggangkan saraf-saraf otakku. Mencoba mencerna apa
yang tadi malam kami lakukan. Yah..Akhirnya aku dan Kris melakukan hal ‘itu’.
Dia adalah orang pertama yang melakukan ‘itu’ kepadaku.
Badanku
pegal semua. Bagaimana tidak. Kami melakukannya 7 ronde. Dia tidak bermain
kasar denganku,bahkan sangat lembut. Aku tau dia sangat tersiksa.
Yah,memaksakan melakukan ‘itu’ dengan orang yang tidak dicintainya.
Perlahan
ku lepas tangan Kris yang melingkar di perutku. Aku pun memakai kimonoku
berjalan perlahan karena masih terasa agak sakit di daerah kewanitaanku. Aku
segera membersihkan diriku yang lengket.
Setelah
selesai berdandan,aku segera menuju ke dapur. Yah,ini sudah jam 6 pagi. Aku
harus menyiapkan sarapan untuk kami bertiga. Aku pun menyiapkan obat Jessica
juga. Setelah 30 menit,akhirnya aku selesai memasak. Jessica pun menghampiriku.
“Morning
Jessica.” Ucapku.
“Morning
Hayoung. Kau sudah bangun? Dna memasak? Ah mianhae. Aku baru selesai mandi.”
Jawab Jessica.
“Gwaencanha,ini
sudah kewajibanku. Duduklah. Aku sudah menyiapkan makanan dan obatmu. Oh iya Kris
mana?” tanyaku.
“Mollayo.
Mungkin dia sedang bersiap-siap di kamar.” Jawab Jessica sambil menyantap
makanannya.
“Um,guraeyo.”
Jawabku yang masih sibuk membereskan dapur.
“Gundae,apa
Chanyeol oppa..Ungh..” Jessica tampak tergagap.
“Waeyo
Yoon?” tanyaku bingung.
“Apa
kau masih menyukai Chanyeol oppa?” tanya Jessica.
“Hahahahahaha,kau
ini ada-ada saja Jessica. Mana pernah aku menyukai dia. Aku hanya menganggapnya
seperti oppaku.” Jawabku tertawa mendengar pertanyaan Jessica.
“Um,syukurlah..”
jawab Jessica lega.
“Waeyo
? apa kau..ah tidak mungkin. Kau kan sudah menikah dengan Kris oppa.” Jawabku.
“Um,aku
mencintainya..” jawab Jessica yang membuatku terbelalak kaget.
“Mwo?”
“Aku
mencintainya. Pernikahan ini hanya sebuah perjodohan Hayoung-ssi.” Jelas Jessica.
“Hei..Kalian
lagi ngomongin apaan sih.. Serius banget kayaknya..” Kris tiba-tiba datang.
“A..Aniyo
oppa. Makanlah.” Ucap Jessica.
“Morning
kiss ku mana?” tanya Kris.
“Iiih..
Nggak ada morning kiss-morning kiss an.” Jawab Jessica. Mungkin merasa tak enak
denganku.
“Sica...”
Kris mengeluarkan aegyonya.
“Ani.
Aku mau pergi dulu. Aku harus ke tempat Chanyeol oppa. Ani maksudku Dokter Chanyeol
dulu. Hayoung-ah annyeong.” Ucap Jessica sembari pergi.
“Josimhae..”
ucapku.
Hening...
Aku
hanya menatap makanan yang ada di hadapanku kosong.
“Kau
yang memasak ini semua?” suara Kris memecah keheningan.
“Eo.”
Jawabku singkat.
“Ini
enak. Kenap kau tidak makan?” tanya Kris.
“Aniyo.
Aku tidak nafsu makan.” Jawabku.
“Hei,sekarang
kita sudah menikah. Aku mohon jangan siksa dirimu seperti ini. Makanlah..”
pinta Kris.
“Beneran,
aku tidak lapar oppa.” Jawabku meyakinkannya.
“Apa
perlu aku menyuapimu,hum?” tawarnya.
“Aniyo,dwaesso.
Aku bisa makan sendiri.” Jawabku akhirnya memakan sarapanku.
“Aku
pergi dulu ya. Jika ada apa-apa kau telfon aku.” Ucap Kris.
“Um.
Josimhae Kris oppa.” Jawabku
Dia
pun berlalu. Belum sampai ke mobilnya dia memanggilku lagi sehingga aku
berbalik.
“Hayoung-ah..”
“Ne
oppa? Ada yang ketinggalan?” tanyaku.
“Ne.”
Jawabnya lalu menuju ke arahku.
“Apa
oppa? Biar aku saja yang ambilkan.” Tawarku.
CHU~
Sebuah
ciuman kilat mendarat ke bibirku.
“Aku
lupa memberimu morning kiss.” Ucapnya berlalu begitu saja dan melesat dengan
mobilnya.
“Apa
ini mimpi?” ucapku pelan.
“Ani.
Kami sudah melakukannya semalam. Kenapa jantungku masih seperti ini? Wu Yifan,jika
seperti ini terus aku tidak akan bisa melupakanmu.” Fikirku.
End of Hayoung POV
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar