Kamis, 19 Juni 2014

1% of Something (two shoot) Chapter 1




Cast :
-Wu Yifan a.ka Kris
-Oh Hayoung

Other Cast :
-Park Chanyeol
-Jung Jessica
-Kim Junmyeon a.ka Suho 

 Total Words : 4.573


“Sebanyak apapun cinta yang sudah menungguku. Aku tetap menantimu. Cinta,yang membuatku bertahan. Cinta fiktif yang hidup di dunia nyata. Seperti sebuah cita-cita bahkan impian yang menurut orang adalah obsesi. Tapi mereka salah,kau bukanlah obsesi. Meski bagiku kau fiktif,tapi kau memang nyata.”


Hayoung POV
Tik...Tik..Tik...
Air mataku kembali terjatuh. Untuk yang kesekian kalinya aku menangisi namja itu. Apakah kami pernah bertemu? Ya,kami pernah bertemu tapi itu hanya bertemu biasa sekedar lewat saja. Sekedar menyapa satu sama lain. Dia mengenalku? Tentu saja.
Aku sering melihatnya dari kejauhan. Wajah dinginnya yang tampan. Senyuman evilnya yang membuat jantungku hampir lepas dari tempatnya. Bahkan karenanya,aku sekarang bisa bernyanyi. Karena dia,adalah semangatku.
Tapi kali ini...
Air mataku tak bisa berhenti. Hancur sudah harapanku,hancur sudah semua impianku. Kini dia sudah menjadi milik orang lain. Lebih tepatnya pendamping bagi kehidupan di masa depan yeoja itu. Mereka sudah menikah dengan temanku,Jessica eonni.
Sudah 7 kali dia berpacaran dengan orang yang aku kenal. Dan ini yang terakhir. Pilihannya jatuh ke Jessica eonni. Aku tidak pernah se-stress ini. Memang,saat dulu ia berpacaran dengan yeoja lain aku juga menangis. Tapi tangisanku saat ini tak bisa ku hentikan.

Tok~Tok~Tok~
Ketukan pintu menyadarkanku dari lamunan yang entah sudah ke berapa kali membuatku terpaku hanya karena memikirkan hal seperti itu.
“Hayoung-ah,kau harus makan. Sudah hampir seminggu kau tidak makan dan hanya minum air putih.” Terdengar suara lembut seorang namja dan langsung duduk di sebelahku. Ya,dia adalah Park Chanyeol. Aku biasa memanggilnya Chanyeol. Dia anak teman Appa dari London. Dia pindah ke sini 2 bulan yang lalu.
“Ayolah,jangan seperti ini terus. Nanti kau sakit Hayoungie..” dia mulai menggengam tanganku.
“Aku tidak lapar.” 3 kata itu. Hanya itu yang bisa aku ucapkan. Aku tidak kuat untuk berbicara. Bukan karena tidak makan,tapi air mataku tak henti-hentinya mengalir.
“Aku mohon. Aku akan memberikan apapun yang kau mau.” Ucapnya dengan nada memohon.
“Apapun?” aku mulai tertarik dengan penawarannya.
Eum apapun.” Jawabnya.
“Aku ingin menikah dengan Kris.” Jawabku tegas.
“Mwo? Apa kau gila? Dia sudah menikah dengan Jessica eonni. Aku mohon Hayoung. Hentikan kegilaanmu. Kau terlalu terobsesi dengan Kris itu.” Jawab Chanyeol dengan nada tinggi.
“Tapi aku mencintainya! Aku mencintainya!” bentakku. Air mataku kembali mengalir.
“Aku mohon hentikan. Pernikahan kita sudah di depan mata. 4 hari lagi kita menikah. Aku tidak mau kau seperti ini.” Pinta Chanyeol.
“Aku tidak mau menikah denganmu. Aku mau menikah dengan Kris! Wu Yifan!” aku langsung berlari keluar dari kamar meninggalkan Chanyeol yang masih mematung.

***
Aku terus melangkahkan kakiku dengan cepat,tidak aku bukan melangkah. Tapi aku sedang berlari. Petir pun tak berhenti bersahut-sahutan dengan langkah kakiku. Aku tak tau harus ke mana. Langkah kakiku mulai melemah,berbanding terbalik dengan guyuran huja di kota Seoul yang semakin deras. Mungkin Tuhan memang tahu isi hatiku.
Aku pun memutuskan untuk pergi ke rumah teman lamaku,Suho. Dia adalah mantan pacar Jessica eonni. Tapi aku tidak yakin dia masih mengingatku atau tidak. Aku pun nekat dan terus berlari menuju ke rumah Suho.
***
Setelah 30 menit aku naik bus dengan tubuh menggingil,aku pun melanjutkan perjalan ke rumah Suho.

Sesampainya di sana,aku melihat pintu rumah Suho terbuka. Aku pun langsung hendak memasuki rumah Suho. Saat di ambang pintu rumah Suho,air mataku yang tadi sempat berhenti kini mulai melesak lagi.
“Kris....” ucapku lirih saat melihat Kris yang tengah berada di ruang tamu Suho.
“Hayoung-ssi.. Hey cepat masuk..” ucap Kris. Ku lihat Suho berlari kecil menuju ke arahku.
“Aigoo,ayo cepat masuk.” Ucap Suho sambil memakaikan handuk ke bahuku dan memelukku erat membawaku masuk ke dalam rumahnya.

***
“Aigoo Hayoung-ah,kau kenapa? Kenapa kau mau ke rumahku tidak bilang-bilang?” ucap Suho seraya memberiku secangkir coklat panas.
“Mianhae oppa.” Jawabku singkat menaruh kembali coklat panas yang tadi diberi Suho dan belum sempat aku minum.
“Hayoung-ssi,sebaiknya kau ke kamarku dulu. Aku sudah menyiapkan baju ganti untukmu. Mianhae jika kemejaku kebesaran. Tapi di sana,ada hotpants noonaku yang tetinggal. Pakailah dulu,nanti kau sakit.” Jawab Suho.
“Ne oppa.” Jawabku lalu pergi ke kamar Suho.

Suho POV
“Aigoo ada-ada saja.” Jawabku sambil menggeleng-gelengkan kepalaku.
“Hyung.. Jadi bagaimana?” tanya Kris.
“Ah ne. Aku akan berusaha yang terbaik untukmu Kris. Tapi aku butuh refrensi dari beberapa dokter untuk masalah ini. Aku juga akan bekerja sama dengan Chanyeol.” Jawabku.
Aku mohon... Aku tidak tau harus berbuat apalagi. Kau Dokter terbaik yang aku kenal begitu juga dengan Chanyeol. Aku mohon jangan jadikan alasan bahwa kau dan Chanyeol adalah mantan pacar Jessica eonni untuk menolak ini.” Jawab Kris.
“Kris,aku tidak perduli Jessica eonni itu mantan pacarku atau bukan. Aku dokter. Aku harus menolong siapapun yang membutuhkanku. Itu sudah tugasku. Tidak perduli dia siapa.” Tegasku.
“Maka dari itu aku mohon. Aku mohon dengan sangat. Aku...Aku sudah tidak bisa apa-apa lagi.” Jawab Kris.

Hayoung POV
Setelah selesai mengganti bajuku di kamar Suho,aku pun segera turun dengan cepat. Aku tidak ingin melewatkan moment di mana disitu ada Kris. Aku merindukannya.
Dengan cepat aku menuruni anak tangga.
“Kris,aku tidak perduli Jessica eonni itu mantan pacarku atau bukan. Aku dokter. Aku harus menolong siapapun yang membutuhkanku. Itu sudah tugasku. Tidak perduli dia siapa.” Terdengar jelas suara Suho dengan nada sedikit tinggi.
“Maka dari itu aku mohon. Aku mohon dengan sangat. Aku...Aku sudah tidak bisa apa-apa lagi.” Kini giliran Kris yang berbicara. Apa yang sedang mereka bicarakan? Aku pun segera menuju ke ruang tamu.
“Ada apa oppa?” tanyaku.
“Ha..Hayoung-ssi..” Kris tampak tergagap mendengar suaraku.
“Aniyo. Tidak ada apa-apa.” Jawab Suho.
“Jangan berbohong oppa. Ada apa? Mungkin ada sesuatu hal yang bisa aku bantu?” tawarku pada Kris.
“Hayoung-ah.. Jessica eonni..” ucap Kris.
“Iya Jessica eonni kenapa?” tanyaku sembari duduk di sebelah Kris.
“Dia..Kanker otak..” jawab Kris. Suaranya parau. Air matanya mulai turun. Aku tidak tega melihatnya.
“Oppa...Uljima..” ucapku. Sontak Kris langsung memelukku. Jantungku berdegup kencang. Untuk pertama kalinya Kris memelukku. Senang? Tentu saja. Tapi perasaan itu teralihkan karena tangisan Kris. Aku tidak bisa melihatnya seperti ini.
“Aku yakin Jessica eonni bisa sembuh oppa. Aku yakin..” kata-kata itu terlontar begitu saja dari bibirku. Jujur,aku senang jika Jessica eonni akan mati. Tapi..Bagaimana bisa aku melihat orang yang aku cintai sedih. Jadi aku tidak bisa membiarkan Jessica eonni akan mati.
“Oh Hayoung~” terdengar teriakan seorang namja tepatnya dari depan pintu rumah Suho.
“Chanyeol oppa.” Ucapku kaget.
“Chanyeol-ah. Ah mianhae,jeongmal mianhae aku sudah memeluk calon istrimu.” Jawab Kris.
BUG~
Chanyeol melayangkan tinjuannya ke perut Kris.
“Oppa hentikan. Aku mohon.!” Tegasku. Air mataku kembali melesak.
“Yak! Park Chanyeol~ Kris hanya butuh tempat sandaran. Jessica eonni sedang sakit keras saat ini!” kini giliran Suho yang angkat bicara.
“Aku meninjunya bukan karena aku cemburu. Tapi aku benci dengan kau Wu Yifan! Jessica nuna tidak mungkin mati hari ini atau besok. Setidaknya masih ada waktu 1 hingga 2 tahun untuknya meninggal. Tapi Hayoung? Bisa saja sekarang dia  mati.” Jawab Chanyeol.
“Oppa! Gumanhae! Aku mohon.!” Ucapku sambil memegang tangan Chanyeol.
“Apa maksudmu ?” tanya Suho. Sedangkan Kris menatap Chanyeol bingung.
“Bisa saja Hayoung mati karena tidak mau makan atau bahkan bunuh diri. Dan sekarang,kau malah bercerita tentang Jessica nuna kepada Hayoung? Di mana perasaanmu Wu Yifan? Seorang psikiater sepertimu tidak mungkin tidak tau tentang keadaan psikologis seseorang.  Dengan melihat raut wajah saja,aku yakin kau akan tau keadaan seseorang.” Jawab Chanyeol.
“Oppa aku mohon hentikan! Mianhae Suho oppa ,Kris oppa aku sudah membuat keributan di sini. Suho oppa nanti aku ke sini lagi. Mianhae aku harus pergi sekarang.” Jawabku dan menarik paksa tangan Chanyeol.

***
“Yak! Apa yang kau lakukan?” Chanyeol mulai emosi.
“Oppa aku mohon hentikan. Jangan membiarkan dia tau keadaanku.” Ucapku. Kami masih berada di halaman rumah Suho.
“Ya ! kalian kalau mau bertengkar di sini saja. Di sana hujan!” terdengar teriakan Suho.


 “Oppa aku mohon. Biarkan aku berbuat kebaikan. Setidaknya kepada orang yang sangat aku cintai. Aku mohon selamatkan Jessica eonni. Apapun caranya aku mohon..” ucapku lirih.
“Mwo? Dia yang sudah membuat kau seperti ini. Dia sudah hampir membuat Hayoungku mati tak berguna. Untuk apa?” jawab Chanyeol.
“Oppa...Aku mohon..” ucapku mulai melemah.

Suho POV
“Hei! Cepatlah masuk! “ teriakku lagi.
Biar aku saja yang keluar.” Ucap Kris.
“Hajima . itu akan mempersulit keadaan.” Jawabku yang memang sudah tau masalah ini.
“Aku yakin ini ada sangkut pautnya denganku. Ini berarti masalahku. Meski pun aku tidak tau apa itu.” Jawab Kris dan langsung melesak pergi keluar.

Kris POV
“Hayoung-ssi,Chanyeol-ah,masuklah.” Pintaku.
“Kris,kau harus tau. Hayoung sangat men...”
“Hayoung-ah..” ucapku dan reflek aku langsung menangkap tubuhnya yang pingsan begitu saja.
“Baringkan dia di kamarku cepat!” ucap Suho.
Aku pun membawa Hayoung ke kamar Suho. Ku baringkan dia perlahan. Ku tatap wajahnya. Pucat...
Tidak hanya pucat. Matanya bengkak. Bisa ku lihat di sana ada kesedihan yang mendalam. Sepertinya hatinya sangat terluka.
Betul kata Chanyeol-ah,bagaimana aku bisa tidak tau aku ini seorang psikiater. Dasar Kris pabo.

“Kenapa tekanan darahnya sangat rendah?” tanya Suho sambil melepas alat cek darah.
“Dia tidak makan selama seminggu dan hanya minum air putih.” Jawab Chanyeol sambil menatapku benci.
“Mwo? Aigoo Oh Hayoung apa kau gila? Kenapa bisa jadi begini?” kesal Suho.
“Itu semua karena dia!” Chanyeol menatapku. Tatapan benci yang sangat nanar seolah ingin membunuhku.
“Apa maksudmu hyung?” tanyaku.
“Dia sangat mencintaimu Kris..” terdengar suara parau Suho.
“Ne?” aku tidak menyangka dengan perkataan Suho.
“Kris-ssi,aku mohon...Aku tidak bisa lagi melakukan apa-apa. Aku mohon nikahi dia.” Ucap Chanyeol.
“Mwo? Apa kau gila?” suaraku mulai meninggi.
“Aku mohon.. Aku akan menyelamatkan Jessica nuna. Aku akan segera membatalkan pernikahanku sekarang juga.” Jawab Chanyeol.
Belum sempat aku menjawab,Chanyeol sudah menelfon wedding organizer aku rasa begitu. Dia membatalkan pernikahannya.
“Apa kau gila? Aku sudah menikah dengan Jessica nuna. Dan sekarang dia sedang sakit keras.” Jawabku.
“Setidaknya biarkan dia merasakan besarnya cinta seperti yang kau berikan kepada Jessica nuna.” Jawab Chanyeol.
“Eungh...” terdengar suara lengguhan kecil dari bibir mungil Hayoung.
“Hayoung,kau sudah sadar?” Suho langsung memeriksa keadaan Hayoung.
“Aku..Aku baik-baik saja. Chanyeol oppa khaja kita pulang.” Ajak Hayoung.
“Kau masih lemah. Setidaknya kau harus makan dulu.” Pinta Suho.
“Aniyo. Gwaencanha.” Jawab Hayoung.
“Apa kau mencintaiku?” pertanyaan retoris itu tiba-tiba kuucapkan.
“Mwo? A...Aniyo. Aku kan akan menjadi istri Chanyeol oppa. Iya kan oppa.?” Jawab Hayoung sambil tersenyum. Aku tau itu senyum palsu.
“Aku ini psikiater. Jangan membohongi aku.” Jawabku.
“Lagian,aku sudah membatalkan pernikahan kita.” Jawab Chanyeol.
“Mwo? Kenapa oppa?” tanya Hayoung.
“Aku..Aku tidak bisa.” Jawab Chanyeol.
“Aku mohon masalah ini kita bicarakan nanti saja. Kondisi Hayoung masih sangat lemah. Aku tidak mau pasienku semakin tambah parah. Aku rasa aku perlu bantuanmu Kris.” Pinta Suho.
“Aku akan menikahimu.” Ucapku.
“Mwo?” Hayoung tampak kaget mendengar pernyataanku. Aku mengatakan itu karena aku ingin Sica selamat.
“Iya. Dan secepatnya kita akan menikah.” Jawabku.
“Apa kau gila oppa? Kau tidak memikirkan perasaan Jessica eonni?” kesal Hayoung dengan tatapan marah.
“Jika aku memikirkan dia,aku tidak bisa memikirkan orang lain dan diriku sendiri!” tegasku.
“Jangan membuat keadaan semakin rumit.” Pinta Hayoung.
“Pernikahan kalian akan dilangsungkan besok. Lebih cepat lebih baik.” Ucap Chanyeol.
“Asalkan kau tidak melupakan permintaanku hyung.” Ucapku.
“Permintaan apa? Ada apa ini? Chanyeol oppa,bisa kau jelaskan ada apa ini?” Hayoung kembali menatapku nanar.

Hayoung POV
“Aku akan menyelamatkan Jessica eonni. Asalkan kau mau menikah dengan Kris.” Jawab Chanyeol.
“Aku tidak mau memaksakan perasaan orang lain. Lagian.. Aku..Aku tidak mencintai Kris.” Ucapku berbohong.
“Geojitmal hajima (jangan berbohong)” ucap Kris.
“Kau..Kau..Sudah..”
“Ne aku sudah tau. Baiklah hyung. Aku akan memberitahu Jessica eonni dulu. Aku pamit pulang dulu. Jagalah calon istriku baik-baik. Hubungi aku tentang dimana dan kapan tepatnya hari esok.” Pinta Kris.
“Ne.” Kompak Chanyeol dan Suho seiring menipisnya langkah kaki Kris.
“Apa yang kalian lakukan huh? Kalian gila?” tanyaku marah. Ya,aku marah. Aku tidak bisa memaksakan perasaan Kris terhadapku.
“Kami ingin kau bahagia Hayoung. Kami...Kami tidak bisa melakukan apa-apa selain ini. Kami sahabatmu. Kami juga mencintaimu. Kau tau kan,cinta kami lebih dari seorang sahabat. Kami mencintaimu Hayoung.” Suho menatapku dalam.
“Mianhae oppa. Aku sudah merepotkan kalian.” Jawabku melemah.
“Gwaencanha. Kami tidak bisa melihatmu seperti ini.” Jawab Chanyeol.
“Um,benar kata Chanyeol.” Jawab Suho.
“Hyung,aku pulang dulu ya. Aku harus mengurus pernikahan Hayoung dan Kris besok. Hayoung,kau harus makan. Besok kau akan menjadi pengantin.” Ucap Chanyeol sambil tersenyum.
“Eo. Josimhae Chanyeol-ah..(hati-hati Chanyeol-ah)” ucap Suho.
“Oppa...” sontak aku memeluk Suho.
“Uljima. Harusnya kau senang. Sebentar lagi kau akan menjadi Nyonya Wu. Mianhae,kami tidak bisa membuatmu jadi yang pertama untuk Kris. Tapi kami sudah berhasil mendesak Kris agar dia menikahimu.” Jawab Suho.
“Tapi..Dia tidak mencintaiku oppa..” jawabku.
“Rasa cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu Hayoung-ah.” Jawab Suho.
“Tapi..Bagaimana dengan kau dan Chanyeol oppa? Bukankah kalian mencintaiku?” tanyaku.
“Begitu juga dengan rasa cinta. Mereka akan hilang dengan perlahan. Baguslah,jika salah satu diantara kami tidak ada yang mendapatkanmu. Jadi tidak akan ada permusuhan diantara kami. Kekekekkee.” Ejek Suho.
“Aish,jadi aku adalah penyebab permusuhan begitu?” kesalku.
“Aniyo. Hahaha aku hanya bercanda. Mungkin suatu saat kami akan menemukan penggantimu.” Jawab Suho.
“Gomawo oppa. Aku..Tidur di kamar sebelah saja ya.” Pintaku.
“Ne,tapi kau harus makan ya. Aku akan memasakanmu bubur dulu.” Jawab Suho.
“Gomawo oppa.” Ucapku sambil berjalan dengan langkah lemah namun senang menuju ke kamar sebelah.

***********************************************************************


Jessica POV
Chagi,kau sudah pulang?” tanyaku saat Kris memasuki kamar.
“Um.” Jawabnya singkat. Tidak seperti biasanya,fikirku.
“Kau kenapa oppa? Apa kau sakit?” tanyaku.
“Jessica-ah..Mianhae..” ucap Kris.
“Waeyo? Wae? Wae uro? (kenapa? Kenapa? Kenapa kau menangis?)” tanyaku.
“Mianhae Jessica. Aku harus memadu mu.” Jawab Kris parau.
“Mwo? Apa maksudmu Kris?” tanyaku.
“Aku harus menikah dengan yeoja lain. Demi penyembuhanmu jagi. Jeongmal mianhae..” jawab Kris. Aku ingin marah. Tapi tidak,aku tidak akan marah. Karena Kris sudah cukup berusaha yang terbaik bagiku.
“Menikahlah Kris. Mungkin dia yang terbaik. Terima kasih kau sudah mau mempertaruhkan segalanya bagiku.” Jawabku.
“Jeongmal mianhae Jessica . Tapi aku janji tidak akan melalaikanmu. Aku tidak akan terlalu memperdulikannya. Aku akan menjagamu terus.” Jawab Kris tampak bersungguh-sungguh.
“Aniyo Kris. Kau tidak boleh begitu. Dia seorang yeoja yang memiliki perasaan. Kau ini seorang dokter Kris. Jangan membuat orang lain terluka.” Jawabku menahan tangis.
“Tapi aku tidak mencintainya. Karena ini adalah satu-satunya cara agar kau sembuh jagi.” Jawab Kris.
“Siapa dia jagi? Siapa yeoja itu?” tanyaku.
“Ha..Hayoung..” jawab Kris.
“Dia yeoja yang baik. Mungkin dia bisa memberimu keturunan yang baik pula Kris.” Jawabku.
“Apa yang kau maksud? Tidak! Jangan berfikir aku akan melakukan itu dengannya. Tidak. Meski besok aku akan menikahinya,aku tidak akan tidur dengannya.” Jawab Kris dengan nada penolakan.
“Jika kau seperti ini,dia akan terluka. Aku bisa merasakannya Kris. Aku juga seorang yeoja. Mungkin penyakitku ini adalah kutukan akibat sering melukai perasaan namja. mungkin dengan cara ini aku bisa menebusnya Kris.” Jawabku.
“Kau gila? Aku tidak bisa mencintai orang lain selain dirimu.” Jawab Kris.
“Jujur,aku sebenarnya..” aku mulai membuka rahasiaku kepadaku.
“Kenapa? Kau kenapa? Haebwa?” tanya Kris.
“Sebenarnya... Aku mencintai Chanyeol ...” jawabku.
“Mwo? Tidak..Tidak mungkin. Kau bohong kan Jessica . Apa buktinya,huh?” Kris tampak emosi mendengar kejujuranku.
“Sebenarnya orang yang melakukan ‘itu’ kepadaku bukanlah Siwon-ssi.. Tapi..Chanyeol oppa..” jujurku. Karena memang aku melakukan hal ‘itu’ bersama Chanyeol sesuai permintaanku sebelum aku menikah dengan Kris karena perjodohan.
“Mwo? Apa kau bilang? Jadi..Kau tidak mencintaiku?” tanya Kris.
“Tidak...” jawabku sambil menunduk. Ada perasaan bersalah. Tapi aku harus jujur tentang perasaanku. Aku takut semua itu akan terbongkar setelah aku sudah tidak ada di dunia ini.
“Kau gila Jessica. Kau gila! Lalu kenapa kau mau menikah denganku,huh? Puas kau sudah menyakiti hatiku,sudah membohongiku?” Kris mulai terisak. Tampak kesedihan dan kemarahan yang terlihat dari semburat merah padam dari pipinya.
“Ingat oppa! Kita menikah karena perjodohan. Makanya aku melakukan ‘itu’ dengan Chanyeol oppa. Karena aku mencintainya sebelum kau yang merebutnya.” Jawabku.
PLAK~
Sebuah tamparan melayang ke pipi kananku. Aku tidak menangis. Yah,aku tau itu pasti sangat sakit bagi Kris. Tapi lebih menyakitkan lagi jika dia tau semua itu saat aku sudah tidak ada.
“Pukul aku Kris. Kalau perlu bunuh aku. Aku sudah tidak tahan melihat Chanyeol oppa bersama Hayoung. Bunuh aku!” pintaku geram.
Bukan jawaban atau perlakuan kasar sesuai permintaanku yang ku dapat,tapi Kris langsung membawaku ke pelukannya. Dia menangis di bahuku. Terdengar suara isak tangis dan air matanya yang menyentuh kedua bahuku.
“Mianhae..Jeongmal mianhae. Aku tidak akan melepaskanmu. Aku..Aku akan berusaha membuatmu mencintaiku.” Jawab Kris.
“Aku ingin kau nikahi Hayoung.” Pintaku.
“Ba..Baiklah.” jawab Kris pasrah.
“Aku ingin kau dan Hayoung punya anak.” Jawabku lagi.
“Mwo? Aku..tidak bisa jagi.” Jawab Kris.
“Kalau begitu aku mati saja.” Hentakku.
“Baiklah..Baiklah aku akan mencobanya. Mianhae. Ini semua demi kesembuhanmu.” Jawab Kris.
“Baguslah kalau kau mengerti.” Jawabku.
***skip time***

Hayoung POV

Apa aku terlihat cantik dengan baju pengantiku ini? Aku sangat senang. Tapi... Aku harus jadi yang kedua bagi Kris. Entahlah,perasaan takut kehilangan Kris kembali menghantam otakku. Aku rasa pernikahan ini seperti memaksa.
“Khaja..” ucap Suho sambil menggandeng tanganku. Yah,hari ini dia adalah waliku. Appa dan Eommaku kecewa dengan keputusanku dan Chanyeol untuk membatalkan pernikahan kami membuat mereka malas untuk datang.
Aku pun berjalan menuju ke altar. Ku lihat Jessica dan Chanyeol tengah melempar senyum satu sama lain lalu melempar senyum mereka kepadaku. Aku hanya membalas mereka dengan senyuman tipis dari bibirku.
Akhirnya aku sampai ke altar. Suho mulai menghilang seiring langkahku bersama Kris yang menjemputku tadi.
“Wu Yifan,apa kau bersedia menjaga istrimu dalam suka maupun duka dan mencintainya sehidup semati?” tanya Pendeta itu.
“Ne..Aku bersedia.” Jawab Kris dingin.
“Dan kau Oh Hayoung,apa kau bersedia menerima suamimu baik dari kelebihan maupun kekurangannya dan mencintainya sehidup semati?” tanya Pendeta itu lagi.
“Ne..Aku bersedia.” Ku tatap lekat wajah Kris yang tampak sangat tak bahagia hari ini.
“Dengan ini aku resmikan kalian menjadi sepasang suami istri. Mempelai pria boleh mencium mempelai wanita.” Ucap Pendeta itu.
Perlahan Kris mendekatkan wajahnya ke wajahku. Tapi ku alihkan wajahku darinya. Sehingga bibirnya tepat mengenai pipi kananku. Tepuk tangan pun menyambut kami. Riuh,itu yang kurasakan saat ini.
***skip time***
Setelah acara selesai,aku memutuskan untuk pulang ke rumahku dulu. Mengambil barang-barangku yang masih di rumah. Setelah itu baru aku pulang ke rumah Kris.
“Chukaeyo Hayoung-ssi..” Jessica menyambutku dengan pelukan hangat darinya saat aku memasuki ambang pintu rumahnya.
“Mianhae Jessica-ssi. Aku tidak tau kalau mereka mendesak Kris untuk menikahiku. Aku janji tidak akan buat yang macam-macam dengan Kris.” Jawabku.
“Aniyo. Dwaesso. Lagian aku nggak ada rasa cinta sama Kris. Kami menikah karena perjodohan. Jadi tenang saja. Khaja kita masuk.” Ajak Jessica.
“Ne.” Aku pun masuk ke rumah baruku.
Di mana nampyeonku? Ani maksudku kajja nampyeonku? (tidak,masukdku suami palsuku?)” batinku.
“Ini kamarmu Hayoung-ssi. Ayo masuk.” Ajak Jessica.
“Ne,gamsahamnida.” Langkahku mengikutinya ke dalam kamar baruku.
“Geundae,kau sudah mandi Hayoung-ssi?” tanya Jessica.
“Belum. “ jawabku.
“Mandilah. Itu kamar mandinya. Aku tinggal dulu ya ke dapur. Aku akan memasak makan malam untuk kita bertiga.” Jessica pun menutup pintu kamarku.

Aku pun langsung mengambil baju kimonoku dan masuk ke kamar mandi. Aku pun memberi sabun beraroma mawar ke dalam bathub lalu masuk ke dalam air yang penuh busa itu.
15 menit.. Aku seperti orang bodoh di sini. Aku memikirkan perjanjian bodoh antara Chanyeol,Suho,dan Kris. Apa mereka tidak bisa memikirkan perasaanku? Aku ini mencintai Kris,aku juga ingin memilikinya. Tapi tidak dengan cara seperti ini. Ini cara biadab yang pernah kulakukan.
CKLEK~
Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.
“KYAAAAA~” suaraku menggema saat melihat Kris yang masuk ke kamar mandi.
“Ya! Kau mau apa?” tanyaku sambil berusaha menutupi tubuh bagian atasku dengan busa yang ada di bathub.
“Mi..Mianhae aku fikir tidak ada orang. Mianhae..” Kris pun langsung keluar dari kamar mandi dan menutup pintunya kembali.
“Ah jinjja...Apa dia melihatku tadi? Aish Kris pabo.” Keluhku.



Jessica POV
“Yeobo kau sudah pulang.” Kutemukan Kris yang baru pulang dari rumah Suho sehabis mengurus tentang perawatan penyakitku.
“Um. Jagi,aku ke kamar mandi dulu ya.” Ucap Kris.
“Kamar mandi di kamar kita rusak jagi. Ke kamar Hayoung saja. Yang di sini airnya tidak ada.” Jawabku berbohong.
“Apa Hayoung tidak ada?” tanya Kris.
“Sepertinya dia sedang keluar tadi.” Jawabku.
“Um baiklah..” jawab Kris.

Kris POV
Aku pun dengan langkah malas menuju ke kamar Hayoung. Ku buka perlahan pintu kamar mandinya.
“KYAAAAA~” terdengar teriakan Hayoung yang mengagetkanku.
“Ya! Kau mau apa?” tanya Hayoung saat menyadari aku memperhatikan tubuhnya yang polos tengah berendam di air busa itu.
“Mi..Mianhae aku fikir tidak ada orang. Mianhae..” aku pun mengalihkan kegugupanku dan langsung keluar dari situ.
“Aish..Hampir saja..”keluhku.

“Waeyo jagi?” tanya Jessica.
“Kau bilang Hayoung tidak ada di kamarnya.” Jawabku.
“Kan aku sudah bilang..’Sepertinya’ tidak ada di kamar.” Jawab Jessica.

******************
Akhirnya makan malam pun tiba. Di sini ada Jessica,aku,dan Hayoung. Kami pun memulai acara makan malam kami.
Canggung..
Itu yang kurasakan. Mereka adalah istriku? Maldo andwae. Aku akan tetap tidak menghiraukan Hayoung dan hanya akan memanjakan istriku tersayang,Jessica.
Setelah selesai makan,Jessica hendak mencuci piring.
“Dwaesso. Hayoung,bisa tolong cucikan piring?” tanyaku.
“Ne tentu saja. Istirahatlah. Kalian pasti lelah.” Hayoung melempar senyumannya kepada kami.
“Aish kau ini.” Kesal Jessica.
“Khaja kita tidur.” Ajakku.

Hayoung POV
Mungkin ini adalah satu-satunya cara agar aku bisa membalas kebaikan mereka. Toh,jika Jessica sudah sembuh aku pasti bercerai dari Kris.
Aku pun segera menyelsaikan mencuci piring dengan cepat. Karena aku lelah sekali daritadi aku belum ada istirahat.

Setelah selesai mencuci aku pun langsung pergi ke kamarku. Saat ku masuki kamarku,ku lihat Kris sudah berbaring sambil menonton tv di atas ranjangku.
“Ya! Kenapa kau ada di sini?” tanyaku sambil hendak menutup pintu.
“Wae?” tanya Kris.
“Harusnya aku yang tanya kenapa kau di sini?” tanyaku balik.
“Wajar kan kalau aku tidur denganmu. Ingat,kita sudah menikah.” Jawab Kris.
“Kau kan sudah ada Jessica.” Jawabku.
“Tapi kau juga istriku.” Jawab Kris yang mulai emosi.
“Tenang saja. Aku tidak akan meminta apa-apa darimu. Aku tidak akan berharap lebih. Karena kita menikah hanya demi kesembuhan Jessica.” Jawabku.
GLUDUK~
Petir pun seolah menyambar-nyambar mengetahui isi hatiku. Aku yang takut petir pun reflek langsung terduduk ke lantai dan memeluk kedua kakiku.
“Hayoung-ah..” Kris pun menghampiriku. Dia memelukku erat.
“Aku takut...” trauma itu kembali lagi menyiksaku. Trauma ini kudapatkan saat 3 tahun yang lalu. Tepatnya umurku 22 tahun. Saat itu aku hendak menyelamatkan Kris dari sebuah kecelakaan,saat itu sedang musim hujan deras juga. Disitulah aku mendapat traumaku. Kata Kris susah untuk sembuh karena kepalaku terbentur aspal saat itu.
“Khaja kita tidur. Uljima..Uljima..” ucap Kris dan membawaku ke ranjang.

Kris POV
Kurengkuh tubuh mungilnya ke dalam pelukanku. Ku selimuti tubuh kami agar dia tak kedinginan. Meski matanya sudah tertutup,tapi tubuhnya masih bergetar. Aku tau,trauma itu. Aku masih ingat itu semua. Dia sudah menyelamatkanku dari kecelakaan itu.
Kuperhatikan setiap lekuk wajahnya. Dia cantik,fikirku. Dia tidak jahat,dia baik. Tapi aku masih tidak menyangka bahwa dia mencintaiku sebegitu besarnya.
“Kenapa kau begitu terobsesi denganku Oh Hayoung..” ucapku pelan sambil kuusap kepalanya.
“Ini bukan obsesi Wu Yifan.” Ternyata Hayoung belum tidur.
“Kau tidak tidur?” tanyaku kaget.
“Aku tidak bisa tidur.” Jawabnya lalu menatapku.
“Bagaimana aku bisa tidur dengan hati yang berdebar-debar seperti ini.” Jawab Hayoung.
“Maksudmu?” tanyaku.
“Inilah alasan kenapa aku tidak mau tidur denganmu.” Jawabnya.
“Apa sebegitu terobsesinya kah kau denganku? Bahkan di dekatku saja hatimu berdebar-debar?” tanyaku.
“Aku sudah bilang ini bukan obsesi Wu Yifan. Apa kau tidak pernah mendengar bahwa cinta itu beda tipis dengan obsesi. Tapi aku lebih dari mencintaimu. Aku menyayangimu Wu Yifan.” Jawabnya.
“Apa bedanya sayang dan cinta. Aku rasa sama saja.” Jawabku.
“Jika aku mencintaimu,aku akan merebutmu dari Jessica. Tapi aku menyayangimu Wu Yifan. Aku sangat tersiksa dengan pernikahan ini,taukah kau? Tapi aku sangat bertrima kasih kepadamu,Chanyeol oppa,Suho oppa,dan Jessica. Karena ini adalah impianku. Menjadi Nyonya Wu. Meski aku tidak akan memilikimu seutuhnya.” Jawabnya.
Aku hanya bisa diam mendengar jawabannya. Apakah aku sejahat itu? Apakah aku terlalu egois? Bahkan gadis ini mengobarkan perasaannya bahkan nyawanya untukku.
“Tapi..Kenapa kau tidak menolak pernikahan ini kalau begitu? Apa ini karena impianmu?” tanyaku.
“Jika ini semua karena impianku. Sekarang aku pasti sudah membunuh Jessica. Aku melakukan ini karena dipaksa Suho oppa dan Chanyeol oppa. Aku mau,agar penyembuhan Jessica bisa dengan cepat dan kembali kepadamu.” Jawabnya.
“Mianhae.. Aku sudah berfikiran negatif kepadamu selama ini.” Jawabku.
“Gwaencanha. Aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk berterima kasih. Setidaknya biarkan aku yang merawat Jessica dan Kau,Wu Yifan.” Jawabnya.
“Berhentilah berbicara formal seperti itu. Panggil aku Kris oppa.” Pintaku.
“Ba...Baiklah.” jawabnya yang sedari tadi tak menatap mataku. Mungkin dia gugup melihat namja tampan seperti aku.
“Setidaknya,aku bisa membalas semua kebaikanmu. Apa yang kau inginkan?” tanyaku.
“Bisakah kau berikan aku sedikit ruang di hatimu. Setidaknya 1% saja.” Pintanya.
“Aku...Aku akan mencobanya. Selain itu?” tanyaku.
“Gomawo. Kata Chanyeol oppa,dalam waktu 6 bulan Jessica bisa sembuh. Bisa ku pastikan kalian akan kembali bersama menjalani hidup yang bahagia. Aku... Hanya ingin kau berikan aku seorang anak.” Jawabnya yang sontak membuatku kaget.
“Mwo?”
“Setidaknya,dia akan menemaniku. 6 bulan lagi kita akan bercerai. Sudah pasti tidak ada yang menemaniku. Aku hanya ingin itu. Jika tidak bisa juga tidak apa-apa. Aku tidak akan memaksamu.” Jawabnya. Ada nada kecewa di sana.
“Jika itu maumu..” kata-kata itu keluar begitu saja dari bibirku.
“Oppa...”
“Boleh aku memilikimu malam ini meski tanpa cinta?” tanyaku.
Hening..Dia belum menjawab apa-apa.
“Tatap aku..” pintaku sambil menangkup wajahnya dengan tanganku agar menatap ke arahku.
Hening....Perlahan kudekatkan wajahnya ke wajahku. Bibir kami bersentuhan. Aku menciumnya. Kurasakan bulir-bulir air mata jatuh di pipinya. Tapi tidak ada penolakan di sana. Jadi kuputuskan untuk melakukannya dengan lembut
End of Kris POV

***
Hayoung POV
Kugerakan pelan kepalaku sejenak merenggangkan saraf-saraf otakku. Mencoba mencerna apa yang tadi malam kami lakukan. Yah..Akhirnya aku dan Kris melakukan hal ‘itu’. Dia adalah orang pertama yang melakukan ‘itu’ kepadaku.
Badanku pegal semua. Bagaimana tidak. Kami melakukannya 7 ronde. Dia tidak bermain kasar denganku,bahkan sangat lembut. Aku tau dia sangat tersiksa. Yah,memaksakan melakukan ‘itu’ dengan orang yang tidak dicintainya.

Perlahan ku lepas tangan Kris yang melingkar di perutku. Aku pun memakai kimonoku berjalan perlahan karena masih terasa agak sakit di daerah kewanitaanku. Aku segera membersihkan diriku yang lengket.
Setelah selesai berdandan,aku segera menuju ke dapur. Yah,ini sudah jam 6 pagi. Aku harus menyiapkan sarapan untuk kami bertiga. Aku pun menyiapkan obat Jessica juga. Setelah 30 menit,akhirnya aku selesai memasak. Jessica pun menghampiriku.
“Morning Jessica.” Ucapku.
“Morning Hayoung. Kau sudah bangun? Dna memasak? Ah mianhae. Aku baru selesai mandi.” Jawab Jessica.
“Gwaencanha,ini sudah kewajibanku. Duduklah. Aku sudah menyiapkan makanan dan obatmu. Oh iya Kris mana?” tanyaku.
“Mollayo. Mungkin dia sedang bersiap-siap di kamar.” Jawab Jessica sambil menyantap makanannya.
“Um,guraeyo.” Jawabku yang masih sibuk membereskan dapur.
“Gundae,apa Chanyeol oppa..Ungh..” Jessica tampak tergagap.
“Waeyo Yoon?” tanyaku bingung.
“Apa kau masih menyukai Chanyeol oppa?” tanya Jessica.
“Hahahahahaha,kau ini ada-ada saja Jessica. Mana pernah aku menyukai dia. Aku hanya menganggapnya seperti oppaku.” Jawabku tertawa mendengar pertanyaan Jessica.
“Um,syukurlah..” jawab Jessica lega.
“Waeyo ? apa kau..ah tidak mungkin. Kau kan sudah menikah dengan Kris oppa.” Jawabku.
“Um,aku mencintainya..” jawab Jessica yang membuatku terbelalak kaget.
“Mwo?”
“Aku mencintainya. Pernikahan ini hanya sebuah perjodohan Hayoung-ssi.” Jelas Jessica.
“Hei..Kalian lagi ngomongin apaan sih.. Serius banget kayaknya..” Kris tiba-tiba datang.
“A..Aniyo oppa. Makanlah.” Ucap Jessica.
“Morning kiss ku mana?” tanya Kris.
“Iiih.. Nggak ada morning kiss-morning kiss an.” Jawab Jessica. Mungkin merasa tak enak denganku.
“Sica...” Kris mengeluarkan aegyonya.
“Ani. Aku mau pergi dulu. Aku harus ke tempat Chanyeol oppa. Ani maksudku Dokter Chanyeol dulu. Hayoung-ah annyeong.” Ucap Jessica sembari pergi.
“Josimhae..” ucapku.

Hening...
Aku hanya menatap makanan yang ada di hadapanku kosong.
“Kau yang memasak ini semua?” suara Kris memecah keheningan.
“Eo.” Jawabku singkat.
“Ini enak. Kenap kau tidak makan?” tanya Kris.
“Aniyo. Aku tidak nafsu makan.” Jawabku.
“Hei,sekarang kita sudah menikah. Aku mohon jangan siksa dirimu seperti ini. Makanlah..” pinta Kris.
“Beneran, aku tidak lapar oppa.” Jawabku meyakinkannya.
“Apa perlu aku menyuapimu,hum?” tawarnya.
“Aniyo,dwaesso. Aku bisa makan sendiri.” Jawabku akhirnya memakan sarapanku.

“Aku pergi dulu ya. Jika ada apa-apa kau telfon aku.” Ucap Kris.
“Um. Josimhae Kris oppa.” Jawabku
Dia pun berlalu. Belum sampai ke mobilnya dia memanggilku lagi sehingga aku berbalik.
“Hayoung-ah..”
“Ne oppa? Ada yang ketinggalan?” tanyaku.
“Ne.” Jawabnya lalu menuju ke arahku.
“Apa oppa? Biar aku saja yang ambilkan.” Tawarku.
CHU~
Sebuah ciuman kilat mendarat ke bibirku.
“Aku lupa memberimu morning kiss.” Ucapnya berlalu begitu saja dan melesat dengan mobilnya.
“Apa ini mimpi?” ucapku pelan.
“Ani. Kami sudah melakukannya semalam. Kenapa jantungku masih seperti ini? Wu Yifan,jika seperti ini terus aku tidak akan bisa melupakanmu.” Fikirku.

End of Hayoung POV

TBC



Tidak ada komentar:

Posting Komentar